Suasana Tongkrongan Tengah Malam

Malam merangkak perlahan,

di bawah lampu temaram jalan,
obrolan mengalir seperti arus,
tak terbendung oleh kantuk yang mendekap.

Asap coklat panas mengepul dari gelas,
menghangatkan cerita yang tak pernah habis.
Tentang cinta yang gagal, mimpi yang belum jadi,
atau sekadar tawa yang meledak tanpa arti.

Langit hitam jadi saksi setia,
bintang-bintang mendengar rahasia,
dan angin malam menyapu lembut
sisa resah yang diam-diam terselip.

Di sini waktu seperti berhenti,
sepi tak berani mendekati.
Hanya kami, gelak tawa, dan obrolan sunyi,
menghidupkan malam hingga pagi berjanji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 Rabiul Awal

Perihal Dua Asing di Tengah Keramaian

Jalan Setapak