Perjumpaan singkat
Di antara riuh stan dan cahaya,
Dua orang asing bertemu sebentar.
Tanpa nama, tanpa cerita,
Obrolan mengalir bagai rinai senja.
Kau bicara mimpi, aku bicara rasa,
Di tengah keramaian yang sibuk sendiri.
Seperti dua pelaut yang kehilang arah,
Menemukan mercusuar di tengah hari.
Tawa kita kalahkan suara mesin,
Dunia sejenak terasa begitu ramah.
Dalam percakapan yang singkat nan padat,
Jiwa berkenalan sebelum raga menyapa.
Dan ketika waktu memanggil untuk berpisah,
Barulah kita bertukar dua nama.
Sebuah janji yang mungkin kan sirna,
Atau mungkin awal dari cerita yang lama.
Kau berbalik, lalu menghilang di kerumunan,
Namun hangatnya tetap tinggal di dada.
Perjumpaan singkat nan berkesan,
Bagai puisi pendek yang sempurna.
Dua orang asing bertemu sebentar.
Tanpa nama, tanpa cerita,
Obrolan mengalir bagai rinai senja.
Kau bicara mimpi, aku bicara rasa,
Di tengah keramaian yang sibuk sendiri.
Seperti dua pelaut yang kehilang arah,
Menemukan mercusuar di tengah hari.
Tawa kita kalahkan suara mesin,
Dunia sejenak terasa begitu ramah.
Dalam percakapan yang singkat nan padat,
Jiwa berkenalan sebelum raga menyapa.
Dan ketika waktu memanggil untuk berpisah,
Barulah kita bertukar dua nama.
Sebuah janji yang mungkin kan sirna,
Atau mungkin awal dari cerita yang lama.
Kau berbalik, lalu menghilang di kerumunan,
Namun hangatnya tetap tinggal di dada.
Perjumpaan singkat nan berkesan,
Bagai puisi pendek yang sempurna.
Komentar
Posting Komentar